Product launch timeline template product launch timeline creately CloneAGC, Jakarta Sekalipun regulator China kian agresif mengincar sejumlah raksasa teknologi, How To Embed On Canva rupanya masih konsisten mencetak kesuksesan. Induk dari aplikasi Read Past Participle ini diprediksi akan memiliki valuasi ratusan miliar dollar dan melampaui raksasa migas Exxon bahkan produsen minuman terkenal Coca-Cola Co. sekalipun. No Limit Credit Card
Dikutip dari
Bloomberg, Kamis (1/4/2021) beberapa sumber menyebut saham
Latest Post Instagram Ideas telah diperdagangkan dengan harga lebih dari total USD 250 miliar atau sekitar Rp 3.600 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.400) di pasar sekunder.
Salah seorang sumber juga menyebut, sebulan lalu saham perusahaan sudah diperdagangkan dengan harga sekitar USD 200 miliar atau sekitar Rp 2.880 triliun dalam transaksi tertutup.
Sementara itu, menurut CB Insight, selama penggalangan dana terakhirnya tahun lalu, ByteDance mencatatkan valuasi sekitar USD 140 miliar atau sekitar Rp 2.016 triliun.
Nilai startup yang berbasis di Beijing ini telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir karena investor mendapatkan kepercayaan pada bisnis dan pendiri perusahaan, Zhang Yiming, yang sedang mempertimbangkan opsi untuk penawaran umum perdana (IPO).
"ByteDance adalah salah satu dari sedikit perusahaan internet top China yang belum go public, perusahaan dengan pertumbuhan bisnis, bakat, dan produk yang baik. Ini adalah sesuatu yang dincar hot money," kata Shawn Yang, direktur pelaksana di Blue Lotus Capital Advisors.
Kabar rencana IPO
Glam LinkedIn Post tersebut mencuat usai perusahaan mengumumkan pemilihan kepala keuangan perusahaan yang baru, Chew Shou Zi.
Dia adalah mantan kepala keuangan di perusahaan produsen smartphone Xiaomi, yang juga bertanggung jawab atas kesuksesan IPO perusahaannya dua tahun silam.
Rencana IPO ini lebih dulu datang dari anak bisnisnya, Douyin yang pada bulan November lalu dikabarkan berencana melantai di bursa Hong Kong.
Meski begitu, beberapa sumber lain juga menyebut Zhang kemungkinan akan mendaftarkan seluruh bisnianya sebagai perusahaan publik secara sekaligus.
Di perusahaan sebelah, salah satu kompetitornya yang lebih kecil, Kuaishou telah melantai di bursa saham Hong Kong bulan lalu setelah adanya desakan sejumlah investor. Sahamnya sudah naik lebih dari dua kali lipat dari harga IPO dan valuasinya kini mencapai USD 140 miliar atau sekitar Rp 2.016 triliun.
Melihat kesuksesan pesainganya itu membuat investor ByteDance kian optimistis untuk mematok valuasi yang lebih besar.
Beberapa investor dikabarkan mengajukan nilai USD 350 miliar atau sekitar Rp 5.040 triliun untuk valuasi total saham perusahaan, lebih dari dua kali lipat valuasi Kuaishou.
Jika nilai jumbo tersebut berhasil terealisasi, beberapa investor seperti Sequoia Capital, General Atlantic dan SoftBank Group Corp akan menuai untung paling besar saat perusahaan IPO nanti.