People Read Article

what do news readers really want to read about reuters institute for 80 000 free people reading newspaper newspaper images pixabay close up of people reading newspaper free stock photo the 10 secrets to securing media coverage for faculty research roe 3 500 two people reading newspaper stock photos pictures royalty free photo business people reading newspaper people reading a magazine module 5 dealing with angry patients golden state orthopedics spine man reading news article on the laptop computer screen stock photo 2 897 group of people reading newspapers stock photos high res premium photo selective focus of man reading newspaper at home man reading the newspaper the benefits of reading newspapers i learner education centre businessman standing and reading newspaper free stock photo 1108 group young people reading news article stock photo 1167553366 proven tips on how to read scientific literature princeton woman reading news article on the laptop computer screen stock photo reading newspaper stock photos pictures royalty free images istock 80 000 free people reading newspaper newspaper images pixabay people reading newspaper images free download on freepik reach more readers wylie communications inc 80 000 free people reading newspaper newspaper images pixabay 1 700 group of people reading newspapers stock photos pictures how to create an article people want to read writer s life org person reading a magazine free stock photo business people reading article stock photo alamy ce reading a research article amta using the news reading 1 article onestopenglish how to write a web article people will love to read a complete guide the importance of reading more than just journal articles littlestar people read newspaper business concept stock photo image of research how do you inspire people to read your article do you know these 3 how to get more people to read your online articles hubpages group of young people reading newspaper stock photo image of psychology says people who still read physical newspapers instead of

:

80 000 free people reading newspaper newspaper images pixabay Kecintaannya pada sepatu dan sandal berhak tinggi mengantarkan Lianna Gunawan jadi seorang trendsetter produk alas kaki dengan motif batik. Fair Credit Cards

Diterbitkan 04 Juli 2013, 09:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Menjadi seorang wirausaha tak pernah terlintas dibenak Lianna Gunawan, pemilik usaha batik La Spina. Namun kecintaannya pada sepatu dan sandal berhak (high heels) mengantarkan dirinya menjadi seorang trend setter produk alas kaki dengan motif batik sebagai ciri khas.

Bermain di Corak Batik

Melongok sekilas, corak batik memang hampir selalu melekat pada bagian produk sepatu La Spina. Adapula produksi sepatu wanita dengan motif tradisional lain, seperti ulos, tenun, songket dan sebagainya.  

Sepatu hasil kerajinan tangan dari pengrajin ini semakin sedap dipandang melalui permainan warna kontras namun tetap mengedepankan tren atau model yang sedang berkembang saat ini.

"Saya ingin mengubah maindset wanita atau masyarakat bahwa memakai produk kerajinan tangan dengan nuansa tradisional itu bukan kuno. Saya membuat produk sepatu, tas dan lainnya yang bisa menjadi bagian dari keseharian penggunanya," ungkap Lianna saat ditemui CloneAGC di Jakarta, baru-baru ini seperti ditulis Kamis (4/7/2013).

Target Pasar

Wanita yang lahir di Kota Semarang itu membidik target pasar kaum hawa berusia antara 25-45 tahun untuk kalangan menengah ke atas. Dalam produksi, dia mengutamakan kenyamanan pada setiap produk sepatunya agar konsumen tak merasa tersiksa saat memakai sepatu batik La Spina walau berjam-jam lamanya.

"Yang tidak mudah ditiru oleh kompetitor adalah kenyamanan itu sendiri. Sebab sebagai konsumen sepatu, saya pernah merasakan kurang nyaman ketika menggunakan high heels terlalu lama. Jadi memang produksi sepatu kami kerjakan sendiri," tuturnya.

Dengan bantuan 20 orang karyawan, workshop La Spina yang berada di Kota Bandung mampu memproduksi sekitar 500 pasang sepatu per bulan. Jumlah tersebut mengalami perkembangan pesat saat perusahaan ini berdiri pada tahun 2010 sebanyak 20 pasang sepatu setiap bulan.

"Kapasitas produksi sepatu sendiri bisa lebih dari 500 pasang, sedangkan untuk porsi produksi tas baru sekitar 20%-30% karena kami memang fokus pada sepatu. Setiap tiga bulan, kami mengeluarkan koleksi teranyar," jelas Lianna.  

Sepatu motif tersebut, kata Sarjana jebolan The University of New South Wales (UNSW) di Kota Sydney Australia itu, dibanderol dengan harga mulai dari Rp 259 ribu per pasang hingga lebih dari Rp 500 ribu.

Pemasaran

Dari sisi pemasaran, La Spina bukan sekadar menjadi pemain domestik tapi juga pasar luar negeri. Tak heran bila ratusan pasang sepatu telah diekspor hingga negara Jepang, Australia dan Namibia setiap season atau musim.

"Dan akhir tahun ini, kami terpilih satu dari 12 desainer lokal dari Centre Fashion Enterprise London untuk memamerkan koleksi sepatu kerajinan tangan tersebut di Jakarta Fashion Week 2013," bangga Lianna.  

Berawal dari Makelar Sepatu

Sebelum mengecap kesuksesan seperti sekarang, Wanita kelahiran 20 April 1978 ini adalah seorang reseller atau makelar sepatu. Pengalaman tersebut dia rasakan pada awal tahun 2010 saat masih menjalin kerjasama dengan salah satu pengrajin sepatu.

"Saat itu saya cuma iseng-iseng sebagai online reseller, di mana kalau ada orderan sepatu, saya akan kasih ke pengrajin. Tapi pengrajin itu tidak mau produksi lagi, sehingga saya mesti mencari pengrajin lain karena merasa punya tanggung jawab terhadap pesanan konsumen," urainya.

Akhirnya pada akhir 2010, Lianna banting stir memproduksi kerajinan tangan asli Indonesia, khususnya sepatu bermotif tradisional. Pemasaran pertama, dia mengaku langsung ditawari untuk membuka stand di pameran Inacraft dan tanpa disangka produksi puluhan pasang sepatunya laris manis diserbu konsumen berkat booming batik Garut kala itu.

Deg-degan Saat Launching

"Sebenarnya saya deg-degan saat launching pertama kali di tahun 2011 karena konsumen belum familiar dengan merek maupun produk sepatunya. Tapi ternyata dalam waktu 3 hari saja, saya sudah kehabisan sepatu padahal pamerannya saja berlangsung 5 hari," paparnya.

Respons positif dari masyarakat itulah yang membangkitkan kepercayaan dan optimistis Lianna untuk terus mengembangkan produk kerajinan tangan asli Indonesia serta menggeliatkan industri fashion lokal rasa internasional. (Fik/Igw)

Close up of people reading newspaper free stock photo Baca berita terkini dan terpercaya di Product Launch Release Icon Product Showcase Book Design