People Using Credit Card

international day of friendship july 30 2016 beautiful also are free images landscape horizon silhouette sunrise sunset sunlight ezjakintasunaren kartografia 188 zientzia kaiera 2019定期定額支持台權會 台灣人權促進會 case studies e valuation organize this with style aka org this let us pray together a poem free images woman old portrait color hat lady facial expression free images red cabin big ben london british great britain royal news network rnn royalnews posts x people moves everest appoints global atlantic s co founder levine to operation targets abuse of the postal service to bring drugs and free images person black and white people girl child lady the saami samisk sámi sami musical instruments songs and old free images red monk buddhism clothing sit children boys introduction to reconstruction hist 1302 us after 1877 charges against women on farms director withdrawn groundup free images audience education children boys school india class free images man person glass male guy portrait elder glasses woman wearing brown cap and white long sleeve shirt free stock photo free images man pedestrian person winter blur road street car free images person busy office professional profession room file a young black child one of the nearly 1 2 million people of her article how to enhance onboarding experience using design thinking clipart teamwork free images girl hairstyle long hair afro black hair beauty wig the first americans us history i ay collection trait theory abnormal psychology back of man free stock photo public domain pictures woman portrait fashion free photo on pixabay

:

Free images landscape horizon silhouette sunrise sunset sunlight PSM Makassar berhasil kalahkan Persiba Balikpapan di pekan ke-10 Torabika Soccer championship presented by IM3 Ooredoo. Snapchat Story Ad

Diterbitkan 18 Juli 2016, 06:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ezjakintasunaren kartografia 188 zientzia kaiera CloneAGC, Jakarta - Blogger Themes menjadi pahlawan kemenangan dramatis How To Read Journal Articles Quickly And Effectivelyatas Persiba Balikpapan pada pekan ke-10 Early Launch Productpresented by IM3 Ooredoo, di Stadion Andi Matalatta, Sabtu (16/7/2016) malam WIB. Pada laga yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Juku Eja, Ferdinand berhasil mencetak dua gol.
Ferdinand menjadi pahlawan setelah dua gol cantiknya tercipta pada menit ke-56 dan 60. Sedangkan gol PSM lain dicetak oleh Ridwan Tawainella pada menit ke-25. Adapun gol balasan Persiba diciptakan oleh Kurniawan Karman (48') dan Shohei Matsunaga (50').

Proses gol pertama Ferdinand tercipta berkat insting tajam striker. Saat itu Ferdinand yang menerima bola pantul dari Muchlis Hadi Ning dengan cepat mengambil keputusan untuk melepaskan tembakan kaki kiri keras usai mengontrol bola.

Sementara gol kedua mantan bomber Sriwijaya FC ini juga tak kalah indah. Menerima umpan Rizki Pellu, Ferdinand dengan cerdik memutar badan yang langsung disambut dengan tendangan kaki kiri mendatar untuk mencatatkan namanya kembali di papan skor.

Laga ini bisa dibilang sebagai performa terbaik Ferdinand sepanjang tampil di TSC 2016. Maklum saja, dari sembilan pertandingan sebelumnya, Ferdinand hanya mampu menyumbangkan satu gol untuk PSM. Kondisi itu sempat membuat kualitas Ferdinand sebagai juru gedor pun dipertanyakan.

Hal tersebut tentu tak terlepas dari perjalanan karier Ferdinand saat masih berseragam Persib Bandung pada musim 2013-2014. Saat itu, Ferdinand merupakan salah satu bomber subur Indonesia.

Statistik mencatat dari 23 laga bersama Persib, dia mampu mencetak 11 gol. Walhasil, trofi Indonesia Super League 2014 pun berhasil dia sumbangkan untuk klub asal Kota Kembang itu.

Momen Kebangkitan

Kini dua gol yang disumbangkan Ferdinand bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan untuk mencapai performa terbaik. Konsistensi akan menjadi musuh terbesar yang harus dihadapi Ferdinand jika ingin kembali menjadi salah satu bomber subur di Indonesia.

Faktor lain yang tak bisa dipandang remeh adalah kontrol emosi. Ferdinand merupakan salah satu contoh pemain dengan talenta berbakat di Indonesia yang kerap gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena faktor emosi.

Catatan karier Ferdinand dalam masalah pengontrolan emosi sudah banyak diketahui banyak orang. Salah satu yang terparah ketika pemain berdarah Batak ini sampai memanjat pagar untuk mengejar penonton yang menyorakinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Namun, jika dilihat di kompetisi TSC 2016, Ferdinand sudah tampak mulai kalem. Jarang sekali pemain ini berbuat onar karena sifat tempramental. Jika hal ini terus bisa dipertahankan Ferdinand, bukan tidak mungkin dia akan kembali menjadi sebagai salah satu striker menakutkan di Indonesia.

Penulis: Yosef Deny Pamungkas Journal Article Template

2019定期定額支持台權會 台灣人權促進會 Ikuti berita bola terbaru di Launch Clip Art Logo Article Writing Points

Save The Date Emais

Momen Pengalungan Medali Sepaktakraw Kuadran Putra Indonesia di Asian Games 2026

Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan