Pharmacy Business Cards

monksford house has its own private golf iain lees geograph golfweek best 2025 top 20 private golf courses in ny water hazard on monksford private golf iain lees geograph robert trent jones golf club wikipedia how much does the congressional country club membership cost lone tree luxury homes and properties cherry hills village colorado luxury homes community george duncan golfer wikipedia kitchen2 a fabulous custom 3 bedroom 2 1 2 bath home on on flickr category tom kite wikimedia commons category guestwick wikimedia commons

:

Golfweek best 2025 top 20 private golf courses in ny Petir yang menyambar data center Google di Belgia ini membuat Google `kewalahan` karena kehilangan data virtual Food Blog Design

Diterbitkan 20 Agustus 2015, 17:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Water hazard on monksford private golf iain lees geograph CloneAGC, Saint-Ghislain - Examples Of Blog Assignments For Students baru saja mengalami musibah. Baru-baru ini, New Business Credit Cards Google yang berada di negara Belgia harus kehilangan data virtual setelah bangunan tersebut tersambar petir.

Dikabarkan, pada saat itu memang terjadi badai kencang dengan intensitas petir yang cukup tinggi. Sehingga `amukan` petir menyambar bangunan data center yang berlokasi di wilayah Saint-Ghislain tersebut.

Menurut yang dilaporkan laman Telegraph, Kamis (20/8/2015), Google yang kini sudah menjadi anak perusahaan Alphabet gagal melakukan restorasi data akibat peristiwa itu. 

Setelah diusut, Google mengungkap bahwa sekitar lima persen dari data yang berada di zona Google Compute Engine, platform cloud computing Google hilang dan tidak bisa dikembalikan lagi.

Google telah mencoba melakukan proses restorasi lewat backup data center, namun sayangnya proses tersebut tidak berjalan dengan mulus. Salah satu pihak juru bicara Google Belgia mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin lalu, (18/8/2015).

Ia menjelaskan, setelah peristiwa itu, data yang berada di dalam disk space data center hanya terkena di angka 0,1 persen. Namun, lama kelamaan bertambah menjadi 0,000001 persen dan meroket menjadi 5 persen.

"Ini pertama kalinya kami harus kehilangan data dalam angka yang terbilang cukup banyak sejauh ini. Sebelumnya, kami tidak pernah mengalami hal seperti ini. Kalau pun kehilangan data, kami selalu bisa melakukan proses recovery data tanpa adanya hambatan," kata juru bicara Google Belgia yang tidak disebutkan namanya ini.

Kendati begitu, Google menjelaksan bahwa pihaknya sedang mencoba melakukan proses upgrading penyimpanan data agar tidak mengalami peristiwa `power failures` semacam ini.

Google Compute Engine merupakan sebuah `mesin virtual` dibawah naungan platform cloud computing Google yang dimana kerap digunakan banyak perusahaan untuk menjalankan fitur desktop virtual.

Beberapa waktu lalu, Google secara resmi mengumumkan perusahaanya kini berdiri dibawah kibaran bendera Alphabet. Alphabet sendiri akan membawahi seluruh lini bisnis Google. Google yang kini dipimpin oleh Sundar Pichai sebagai CEO akan menangani lini bisnis mesin pencari Google Search, iklan digital, Maps, YouTube, serta Android.

Sementara untuk lini bisnis lainnya yang berhubungan dengan riset dan investasi seperti Calico, Nest, Fiber, Google Ventures, Google Capital, dan proyek inkubator Google X akan dikelola langsung oleh Alphabet.

(jek/dew) Please Go Read The Full Article Clip Art