Blog Style Template

blog blog solar inverter cover blog cover my inverter sizing up solar batteries a guide to dimensions energy density goodwe solar inverters review solaredge battery review a smart choice for solar storage jeff p 3 blog ecodirect com goodwe solar inverters review solahart central coast solar panel hot water solar battery installer 48v 200ah wall mounted battery pack powerwall how to connect solar panel to inverter for pro performance how does solar energy work experts in solar energy solutions best solar panel installers in western australia in 2025 as reviewed by how does a solar inverter work the ultimate guide 2023 solis solar inverters review solar inverters perth solar force the best solar inverters in 2022 according to the pros solar batteries solar batteries in adelaide tiger solar croydon 6 6kw maxim energy solar panel in victoria solar battery group reviews productreview com au arise solar reviews productreview com au solar inverter repairs gladstone rockhampton reef solar why install a solar inverter cover best solar panel installers in western australia in 2025 as reviewed by sungrow solar inverters review goodwe solar inverters review cable conduit solar inverters the good bad fugly solar panel systems best solar companies solar galaxy how yackandandah reached 60 per cent clean energy use and its plans to sungrow solar inverters review fortune solar reviews productreview com au solar electrical installations in mooroolbark avm electrical sungrow sbr modular battery perth high voltage solar storage ashp solar pv integrated car charger installed hampshire aes limited blog

:

Blog Menurut BRTI tidak ada pasal yang menyebutkan untuk mengembalikan frekuensi yang dimiliki operator ke pemerintah. Star Wars Credit Cards

Diterbitkan 07 November 2013, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Solar inverter cover blog cover my inverter Proses akuisisi PT How Big Are Business Cards Tbk dan PT Axis Telekom masih terus bergulir. Meskipun kedua perusahaan selular itu telah sepakat, langkah merger akuisisi tersebut dinilai memakan waktu yang terlalu lama.

Menurut Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), perhitungan dan penyamaan pandangan dari sisi teknis dan bisnis menjadi salah satu alasan lamanya waktu perkawinan kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, isu kewajiban pengembalian spektrum yang dimiliki Axis akibat proses akuisisi dianggap sebagai faktor lain yang ikut menghambat proses merger XL-Axis. Padahal, Nonot memaparkan tidak ada kewajiban bagi operator yang merger untuk mengembalikan spektrum miliknya.

"Gak ada pasal yang menyebutkan untuk mengembalikan frekuensi yang mereka miliki ke pemerintah, yang ada hanyalah pemerintah berwenang untuk menata kembali pembagian spektrumnya agar tetap seimbang dan adil," kata Nonot kepada Tim Tekno CloneAGC yang dihubungi melalui saluran telepon, Kamis (7/11/2013).

Pengaturan kembali spektrum yang dimiliki oleh operator pasca merger dilakukan agar secara industri tetap adil dan sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

Ia juga menyebutkan bila frekuensi yang dimiliki operator dikembalikan maka layanan dari operator sebelumnya harus dimatikan terlebih dahulu.

"Kalau dikembalikan berarti pelanggannya harus dikorbankan karena frekuensinya gak boleh dipakai," tambahnya.

Nonot juga menyebutkan, keputusan XL yang siap mengembalikan satu blok berkapasitas 5 Mhz di frekuensi 2,1 Ghz disebutkan cukup bijaksana. Kesiapan pengembalian itu diungkapkan XL melalui surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu.

"Mereka cukup tau diri untuk menawarkan pengembalian satu bloknya di 2,1Ghz. Padahal, kalau gak dikembalikan mereka bisa memiliki 5 blok berurutan yang membuatnya lebih unggul ketimbang operator lain," tambah Nonot. 

(den/dew) How To Create An Engaging Web Page